Kamar Pidana
Tempat Lahir Bengkalis
Tanggal Lahir 25/03/1963
Jenis Kelamin 1
Rekam jejak pekerjaan Hakim- Pengadilan Negeri Kotabumi- 1992. Hakim- Pengadilan Negeri Metro-1997. Hakim- Pengadilan Negeri Tangerang-1999. Hakim Yustisial merangkap Panitera Pengganti- Mahakamah Agung-2002. Wakil Ketua PN -Pengadilan Negeri Bangkinang-2005. Ketua Pengadilan Negeri- Pengadilan Negeri Bangkinang-2007. Hakim- Pengadilan Negeri Jakarta Utara-2008. Wakil Ketua PN- Pengadilan Negeri Depok- 2010. Ketua PN- Pengadilan Negeri Depok-2011. Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Barat- 2013. Ketua Pengadilan Negeri Denpasar-2015. etua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan-2016. Hakim Tinggi- Pengadilan Tinggi Pekanbaru -2017. Merangkap merangkap Panitera Pengganti Kepaniteraan-Mahkamah Agung -2017. Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum-Mahkamah Agung-2019.
Pelanggaran kode etik Ya, pernah. Komisioner Komisi Yudisial menyampaikan bahwa berdasarkan laporan, Prim Haryadi menyontek pada pelaksanaan profile assessment CHA tahun 2019, namun hal ini disangkal oleh Prim. Prim Haryadi pula juga diduga ikut bermain dalam kegiatan ‘Golf Sehat Bersama’ yang diketuai mantan Ketua Mahkamah Agung (MA), Hatta Ali. Kegiatan dimaksud turut mengundang Himpunan Bank Negara (Himbara). Hal ini memberikan indikasi bahwa Hakim agung Prim Haryadi telah melanggar kode etik dan perilaku hakim.
Tahun pelanggaran kode etik 2020
Sanksi yang diterima Tidak terdapat sanksi yang diterima. Karena hal ini tidak terbukti.
LHKPN Patuh. Prim Haryadi rutin melaporkan harta kekayaan sejak tahun 2016 hingga 2021. Tercatat pada LHKPN KPK harta kekayaan Prim haryadi terus meningkat tiap tahunnya. Pada tahun 2016 Prim Haryadi memiliki kekayaan sebesar Rp.2.163.876.393. Lalu pada tahun 2017 meningkat menjadi Rp 4.532.275.898. Di tahun 2018 Rp 5.847.492.470. Di tahun 2019 sebesar Rp.6.525.231.328. kemudian pada tahun 2020 sebesar Rp.7.847.040.558. Terakhir tahun 2021, harta kekayaan Prim Haryadi tercatat sebanyak Rp.8.971.783.546
Kekayaan Berdasarkan, kuantitas gaji dan tunjangan profesi hakim, harta kekayaan Prim Haryadi dapat dinilai wajar.
Putusan Kontroversial "Pada 2000, Prim pernah memvonis WNA Nepal Nar Bahadur Tamang dan Bala Tamang hukuman mati akibat kepemilikan heroin 1750 gram. Setahun kemudian ia memvonis mati tiga pengguna narkotika: WNA Zimbabwe Okwudili Ayotanze, WNA Nepal Indra Bahadur Tamang, dan WNI Edith Yunita Sianturi."
Catatan Tambahan -
Link Media https://tirto.id/profil-dan-kekayaan-11-calon-hakim-agung-yang-diajukan-ky-ke-dpr-gjFd https://ti.or.id/tolak-calon-hakim-agung-yang-tidak-berintegritas/

Berikan Masukan